Pakar kesehatan di Australia memperingatkan soal
beban yang dibawa anak-anak sekolah bisa menyebabkan nyeri di leher dan
punggung.
Julianne Pegler, fisioterapis di Rumah Sakit Roya'
Children's Hospital mengatakan semakin jarang anak-anak yang berjalan
atau bersepeda ke sekolah.
Akibatnya, anak-anak kurang memiliki
otot yang kuat untuk membawa tas sekolah dengan buku-buku dibandingkan
dengan generasi sebelumnya.
Berkuranganya kekuatan otot ini telah menyebabkan anak-anak beresiko mengalami nyeri leher dan tulang belakang, menurutnya.
"Beberapa
alasan bahwa mereka merasakan nyeri leher dan punggung adalah karena
mereka membawa beban berat dan mereka tidak aktif seperti anak-anak pada
40 tahun yang lalu," kata Pegler.
Karenanya Pegler mendesak para orang tua untuk memperhatikan kesehatan anak saat
mengemas barang-barang yang akan dibawa ke sekolah.
"Sangat penting untuk melihat beban yang mereka bawa, terutama jika mereka mengeluh
sakit punggung atau leher," katanya.
"Tak hanya itu, harus juga berpikir soal ukuran tas yang mereka bawa, dan sesuai untuk
anak Anda."
Tas untuk anak-anak yang baik biasanya berupa tas punggung atau ransl dengan tali
dibagian pinggang dan dada, yang keduanya harus diikat.
Karenanya Pegler mendesak para orang tua untuk memperhatikan kesehatan anak saat
mengemas barang-barang yang akan dibawa ke sekolah.
"Sangat penting untuk melihat beban yang mereka bawa, terutama jika mereka mengeluh
sakit punggung atau leher," katanya.
"Tak hanya itu, harus juga berpikir soal ukuran tas yang mereka bawa, dan sesuai untuk
anak Anda."
Tas untuk anak-anak yang baik biasanya berupa tas punggung atau ransl dengan tali
dibagian pinggang dan dada, yang keduanya harus diikat.
"[Tali
di dada] membuat bantalan di bahu menjadi lebih dekat, sehingga
membantu
mendistribusikan beban dan ransel menjadi lebih dekat ke punggung," kata Pegler.
Menurutnya sangat penting bagi para orang tua mengingatkan anak-anak mereka untuk
selalu membawa tas dengan kedua bantalan bahu, tidak hanya sebelah, agar beban tas
menjadi merata di tubuh.
mendistribusikan beban dan ransel menjadi lebih dekat ke punggung," kata Pegler.
Menurutnya sangat penting bagi para orang tua mengingatkan anak-anak mereka untuk
selalu membawa tas dengan kedua bantalan bahu, tidak hanya sebelah, agar beban tas
menjadi merata di tubuh.
"Terutama di sekolah menengah, kadang dianggap lebih gaya dengan hanya
menggantungkan bantalan di satu bahu," jelasnya.
menggantungkan bantalan di satu bahu," jelasnya.
Memperhatikan
bagaimana beban dikemas dalam tas juga bisa membantu mengurangi
risiko anak mengembangkan belakang atau nyeri leher.
risiko anak mengembangkan belakang atau nyeri leher.
(nwk/nwk)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar